Mungkin pengalaman 12 tahun lamanya jadi anak sekolah, ngebuat aku cukup aware dengan pendidikan, ada satu dua hal yang ngeganjel tentang sekolah ini.
Ke-awareness-an ini mengantarkan aku pada tulisan tentang konsep pendidikannya Dewey yang menurutku "keren juga ni!"
Konsep John Dewey, yang disebut pendidikan progresivisme, pendidikan yang dijalankan secara demokratis. Garis besar yang aku simpulkan adalah penanaman deep democracy terhadap pendidikan.
Penanaman deep democracy bisa lewat berbagai aspek, misalnya nih lewat kurikulum, metode pengajaran sebagai jembatan antara guru dan murid, pengajar, dan kita sebagai pelajar.
Mari kita bahas satu-satu.
Kurikulum. Pernah merasa ga sesuatu yang dipelajari di sekolah itu useless, atau hmmm bukan useless deh, kurang efisien mungkin lebih tepat. Ya, merasa kurang efisien. Sebenernya bisa lho dipake buat belajar yang lain.
Coba bayangin nih anak di pedesaan yang terus sibuk belajar tentang teknologi di kota yang jauh disana, yang canggih, yang ga ada di kehidupan mereka. Tapi mereka kurang dalam mempelajari pengetahuan yang dekat dengan keseharian mereka, pertanian misalnya. In this part mungkin bicara tentang institusi yang seharusnya bisa change their way dalam menjalankan sistemnya dengan cara mengkontekstualkan sistem dengan melibatkan seluruh aspek juga seluruh pihak.
Selanjutnya mari kita singgung masalah guru, metode pengajaran, dan pelajarnya. Secara garis besar konsepnya Dewey ini mengusung pembelajaran yang bukan guru-central melainkan sebaliknya. Oh ya, konsepnya ini adalah bentuk kritik dari sekolah kuno, di mana sekolah tradisional guru yang menentukan segala, guru yang aktif berfikir, memecahkan soal untuk muridnya, sedangkan anaknya menjadi konsumen yang pasif. Serta metode belajar yang dibentuk untuk mendengarkan, anak dipaksa mengambil hal yang sudah dituturkan, mereka ga dilatih untuk mengeluarkan sesuatu dengan spontan. Pikiran dan tindakannya tergantung pada orang lain.
Karena konsep ini adalah student-centered, murid adalah pusat dari kegiatan pendidikan, pangkal dan tujuannya harus berpusat pada anak, mendidik anak untuk berperan aktif, bisa memecahkan masalah, dll. Oleh karena itu konsep ini menghendaki learning by doing. Guru hanya sebagai fasilitator serta pembimbing yang dapat membantu siswa dalam prosesnya.
Kalau ditarik lebih jauh lagi nih, konsep pendidikan ini sudah mendasari dua aspek, yaitu sosiologis dan psikologis, dan menurutku konsep ini cukup komprehensif.eu
Lebih luas lagi tentang konsep ini, kalian bisa cari sendiri, if you want to know more!
Lebih luas lagi tentang konsep ini, kalian bisa cari sendiri, if you want to know more!
Dah, segitu aja buat tulisan kali ini. Hehe
ABOUT THE AUTHOR
Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible
0 komentar:
Posting Komentar